KONSERVATISMA AKUNTANSI DAN SENGKETA PAJAK PENGHASILAN: SUATU INVESTIGASI EMPIRIS

Download / Jurnal Pajak

KONSERVATISMA AKUNTANSI DAN SENGKETA PAJAK PENGHASILAN: SUATU INVESTIGASI EMPIRIS

KONSERVATISMA AKUNTANSI DAN SENGKETA PAJAK PENGHASILAN: SUATU INVESTIGASI EMPIRIS

Watts (2003a) menyatakan bahwa dalam penjelasan kontrakting, akuntansi konservatif dapat menurunkan moral hazard disebabkan oleh pihak-pihak di dalam perusahaan yang mempunyai: asimetri informasi, gaji asimetrik, horison terbatas, dan kewajiban terbatas. Konservatisma membatasi perilaku oportunistik manajerial dan menghilangkan bias manajerial dengan persyaratan veriabilitas asimetriknya. Dalam kaitan antara perpajakan dan pelaporan keuangan dapat juga menyebabkan konservatisma dalam pelaporan keuangan. Pengakuan asimetrik dari penghasilan/keuntungan dan biaya/kerugian membuat manajer perusahaan profitabel mengurangi nilai kini pajaknya dan meningkatkan nilai perusahaan. Menunda pengakuan penghasilan dan mempercepat pengakuan biaya dapat menurunkan besar laba kena pajak, sehingga dapat menunda pembayaran pajak.

Diduga konservatisma akuntansi dengan pengakuan asimetriknya tersebut dapat menimbulkan konflik antara perusahaan dengan fiskus yang diakibatkan bahwa fiskus menganggap penetapan besar pajak penghasilan menurut perusahaan terlalu rendah, dikarenakan konservatisma akuntansi yang menghasilkan angka-angka laba dan aset cenderung lebih rendah serta angka-angka biaya dan utang cenderung tinggi. Setelah dilakukan pengecekan perhitungan oleh fiskus, hal ini dapat menimbulkan perusahaan menjadi kurang bayar dan selanjutnya dapat menjadi awal dari timbulnya sengketa pajak penghasilan. Penelitian ini akan menguji secara empiris hubungan antara konservatisma akuntansi dan sengketa pajak penghasilan.

Perusahaan selalu berusaha untuk meminimalkan pembayaran pajak penghasilannya (Guenther et al. 1997). Metoda-metoda untuk menghitung laba kena pajak sangat berkaitan dengan perhitungan laba dalam laporan keuangan. Manajer berusaha menemukan cara untuk mengelola baik laba yang dilaporkan di laporan keuangan dan laba untuk pembayaran pajak berjalannya dalam menghadapi trade-off untuk mencapai dua tujuan yang bersifat mutually exclusive, yaitu memaksimalkan laba akuntansinya dengan meminimalkan pembayaran pajaknya. Pengelolaan akuntansi keuangan dan pengelolaan akuntansi fiskal adalah tidak independen. Kedua hal tersebut secara konsisten mendominasi pertimbangan-pertimbangan dalam pengambilan keputusan pemilihan metoda akuntansi (Shackelford dan Shevlin, 2001).

[su_button url=”https://drive.google.com/open?id=0B-uYSqtGPj4ZdUNZelJuQndrTVk” target=”blank” style=”flat” background=”#f33333″ size=”8″ center=”yes” radius=”0″ icon=”icon: cloud-download”]DOWNLOAD[/su_button]

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Klik disini